MATABUSER.COM, Halsel – Nelayan di Desa Bajo, Halmahera Selatan, mengeluhkan kesulitan mereka dalam mendapatkan es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan mereka. Menurut Hamka Jufri, seorang nelayan asal Desa Bajo, distribusi es balok tidak merata dan lebih memprioritaskan kelompok nelayan yang menyuplai ikan ke perusahaan pertambangan di sana.
“Kami beli, bukan minta. Tapi, tetap sulit mendapat es, sementara nelayan yang memasok ke perusahaan tetap diberikan sesuai dengan permintaan, ini sangat tidak adil,” kata Hamka.
Ketua Koperasi Nelayan Saruma Pesisir Jaya, Ibnu Soleman, juga menyebutkan bahwa penyediaan ikan dari nelayan meningkat, tetapi ketersediaan es balok justru semakin menipis, sehingga menganggu para nelayan.
“Ikan yang masuk banyak, tapi esnya tidak tersedia dengan cukup. Pemerintah daerah, terutama Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten harus segera bertindak sebelum dampaknya semakin besar,” kata Ibnu.
Ibnu juga mengungkapkan bahwa salah satu pabrik es balok milik perusahaan daerah tidak beroperasi lagi, sehingga pihaknya meminta agar diaktifkan kembali.
“Pabrik es Perusda atau perusahaan daerah itu bisa membantu kami, bukan dibiarkan begitu saja. Kalau tidak segera diaktifkan agar menunjang kebutuhan nelayan, tentu dampak yang didapatkan itu tak lain merugikan nelayan kecil,” kata Ibnu.
Pihaknya berharap perlu adanya perhatian pemerintah daerah untuk memastikan pembagian es secara merata seluruh nelayan di Halmahera Selatan. Karena kalau tidak, efeknya bisa meluas ke sektor perikanan dan ekonomi masyarakat.
(Tim/Red)


